Mungkin kita pernah bahkan sering mendengar ceramah yang sangat bagus tapi saat pulang ke rumah, terasa tak ada yang berubah dalam hidup?. Atau mungkin kita sudah banyak tahu teori Agama tapi hati tetap terasa kering ?.
Perbedaan Tahu Teori dan Sudah Merasakan
Coba bayangkan ada dua orang yang sedang menjelaskan tentang sayur asem. Orang pertama, menjelaskan sayur asem dari membaca resep buku tapi belum pernah memasak apalagi mencicipi sayur asem. Orang kedua, memetik sayurnya, mengulek bumbunya, memasak dan memakanya sendiri.
Meskipun kata-kata mereka berdua sama ( ketika menjelaskan sayur asem) namun getaranya akan berbeda. Begitupun dengan Nasehat Agama. Dimana kata-kata dari orang yang sudah mengamalkan apa yang diucapkanya akan memiliki energi atau cahaya ( Nur ) yang akan menembus ke hati pendengar.
Baca juga Rahasia dibalik perintah puasa ramadhan " kutiba "
Akal Pikiran dan Akal Hati
Banyak dari kita yang belajar Agama hanya memakai akal Pikiran ( logika). Akal Pikiran itu seperti menghitung matematika. Kita tahu itu benar, tapi belum tentu kita iman.
Sedangkan ada yang namanya akal hati atau disebut bashiroh. Ini adalah mata batin yang hanya bisa terbuka jika Alloh memberikan cahayaNya. Jika mata hati terbuka kita akan bisa merasakan KehadiranNya setiap saat.
Jangan Terjebak Dengan Kehebatan Diri
Betapa sering jika kita sudah rajin ibadah, muncul rasa bangga. Kita belajar dari kisah Nabi Ibrahim. Beliau melihat bintang, bulan dan matahari. Semuanya terang namun semuanya hilang.
Jangan kagum dengan amal ibadahmu sendiri. Jangan merasa hebat karena sudah tahu banyak ilmu. Karena ilmu dan rasa hebat itu bisa hilang. Tujuan kita bukan ingin merasa hebat tapi ingin dekat dengan Alloh Swt.
Jangan Lihat Orangnya
Salah satu agar hati tenang adalah cara kita saat menerima rezeki. Kalau kita menerima gaji atau menerima bantuan dari teman, secara sopan kita memang bilang " terimakasih pak/bu " tapi dalam hati kita harus langsung nyambung ke Alloh " Ya Alloh, Terimakasih, ini rezeki dariMu lewat perantara orang ini " .
Kalau hati kita cuma melihat manusia ( bos, teman, pelanggan ) kita akan sering kecewa dan merasa tidak cukup.
Cara Berdoa Yang Benar " Merasa Nol "
Kenapa doa kita terasa hambar ?. Karena kita merasa " mampu ". Kunci ibadah da doa yang bisa meresap ke dalam jiwa adalah dengan membawa 4 perasaan ini di depan Alloh.
1, fakir. Merasa butuh pada Alloh ( seperti orang yang sangat lapar butuh nasi ).
2. Hina. Merasa diri kita kecil di depan kebesaran Alloh.
3. Tak berdaya. Sadar kalau bukan karena Alloh, bahkan kita tak bisa bernafas.
4. Lemah. Mengakui bahwa kita tidak punya kekuatan apa-apa tanpa izinNya.
Kalau kita sholat atau Berdoa dengan perasaan Nol seperti ini barulah jiwa kita akan merasakan ketenangan yang luar biasa.
Walhasil, agar kata-kata kita bisa meresap ke jiwa, kita perlu membersihkan hati dari rasa sombong dan hebat. Jalani hidup dengan merasa butuh Alloh tiap detik. Maka setiap Nasehat akan jadi obat bagi hati kita.
Wallohu A'lam
.jpg)
0 Komentar