Hangatnya Malam Perjusa SMPN 2 Lengkong, Dari Hujan Menuju Kobaran Semangat
Mengingatkan kami pada sebuah pepatah " Pramuka itu tak takut hujan, tak gentar panas ". Gambaran ini terasa pas tuk menggambarkan kondisi dan suasana di pangkalan Gugus Depan SMPN 2 Lengkong pada jumat malam.
Meskipun langit sempat menangis hal tersebut tak menyurutkan semangat para penggalang tuk melaksanakan agenda yang sangat di nanti-nantikan yaitu api unggun PERJUSA.
Baca juga Upacara Pembukaan Perjusa Tahun 2026
Dan benar saja, Jumat 23 Januari 2026 tepat pukul 20.00 wib suasana lapangan SMPN 2 Lengkong yang tadinya riuh ramai berubah menjadi hening.
Kegelapan malam hanya ditemani angin sepoi-sepoi sisa hujan. Sedangkan ditengah lapangan tumpukan kayu sudah siap menjadi pusat perhatian. Momen ini bukan cuma sekedar rutinitas, tapi simbol kebersamaan dan pengobaran semangat kemandirian tuk seluruh peserta PERJUSA.
Khidmat
Acara inti dimulai dengan upacara api unggun yang di komandani langsung oleh koordinator Pembina pangkalan SMPN 2 Lengkong. Dalam suasana yang larut dalam khidmat, beliau tak hanya bertindak sebagai Pembina upacara api unggun tapi sekaligus prosesi penyulutan api utama.
Baca juga Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik Jawa Timur
Saat obor memutus tali penyulut api dam api menyentuh tumpukan kayu maka api pun berkobar menjilat angkasa, sorak Sorai tertahan menjadi decak kagum disertai suara meriah kembang api diangkasa.
Cahaya kemerahan yang memancar dari api unggun seolah membakar sisa rasa dingin akibat hujan sebelumnya. Dalam amanatnya Pembina berpesan bahwa api ini melambangkan semangat yang tak boleh padam, sama dengan semangat adik-adik.
Bukan Sekedar Api
Setelah suasana khidmat selesai tiba-tiba berubah drastis menjadi meriah. Inilah sesi atau bagian yang paling di tunggu-tunggu, PENSI ( Pentas seni ).
Pensi ini menampilkan setiap Regu putra maupun putri untuk menunjukkan Kreativitas mereka. Pensi ini benar-benar menjadi saksi betapa siswa siswi SMPN 2 Lengkong memiliki bakat.
Baca juga Beli produk pilihan dari Shopee
Tidak ada lagi sekat diantara peserta semua lebur dalam tawa dan tepuk tangan yang riuh.
Kehadiran Tamu Istimewa
Yang juga membuat PERJUSA kali ini lebih meriah adalah kehadiran tamu undangan dari pangkalan lain, baik pembina maupun pelatih Pramuka serta kehadiran para wali murid yang ingin menyaksikan api unggun.
Tak hanya dari pangkalan Kecamatan lengkong tapi hadir pula dari pangkalan SMPN 2 Kecamatan Jatikalen. Kehadiran mereka menunjukkan tali silaturahmi antar Pramuka di wilayah lengkong terjalin sangat erat.
Rupanya tak hanya itu, di sudut lapangan juga tampak hangat dengan kehadiran sebagian wali murid yang sengaja datang untuk memberi dukungan moral kepada anak-anak mereka.
Melihat para orang tua tersenyum bangga menyaksikan anaknya mandiri ditengah lapangan perkemahan memberi warna tersendiri bagi malam puncak tersebut.
Perlu diketahui, prosesi api unggun ini merupakan salah satu agenda utama dari beberapa rangkaian kegiatan PERJUSA yang padat.
Sejak kedatangan di hari jumat siang, para peserta sudah melaksanakan berbagai kegiatan kepramukaan lainya.
Api unggun menjadi titik balik dari melepas penat setelah seharian beraktivitas fisik. Dari kegiatan ini, tentu diharapkan peserta tidak pulang hanya membawa baju kotor karena tanah, tapi juga membawa mental yang kuat, setia kawan yang tinggi, dan kenangan indah tak terlupakan.
Malam semakin larut, api yang tadinya berkobar perlahan mulai mengecil menjadi bara, bertanda Acara harus segera selesai. Tetapi kehangatan yang tercipta di pangkalan SMPN 2 Lengkong malam itu dipastikan akan terus membekas di hati setiap peserta Perjusa hingga mereka kembali ke rumah masing-masing.
PERJUSA 2026. Salam Pramuka



Komentar
Posting Komentar