Semangat Lahir Dari Keteladanan Bukan Dari Desain Canva, Poster Motivasi vs Realita

Pemandangan pembiasaan pagi siswa SMPN 2 lengkong Nganjuk


Pernah nggak sih ketika berjalan di lorong sekolah atau ditempat tertentu, terus terlihat Poster lengkap dengan tulisan " Gagal adalah sukses yang tertunda " atau tulisan " Disiplin adalah kunci kesuksesan " ?.


Kadang desainya bagus, font estetik, warna mencolok, intinya jika di foto Instagramable banget deh pokoknya. Tapi pada saat bersamaan ketika ke toilet pintunya ndak bisa di kunci, saat mau jujur dan bertanya karena ndak paham materi langsung di bentak, katanya ndak merhati'in.


Dapatkan produk alat-alat sekolah pilihan dari Shopee 


Dari sinilah kita sadar bahwa kebenaran itu pahit. Kita terlalu sering berharap satu Poster motivasi bisa menutup sistem yang berantakan.


Jujur saja, Poster motivasi itu cuma jadi plester buat luka yang sebenarnya butuh operasi besar. Sekolah atau organisasi seringkali merasa sudah melakukan sesuatu tuk menyemangati siswanya hanya dengan memasang benner besar.


" Ayo berprestasi " katanya. Tapi fasilitas tuk latihan ndak ada. " Budayakan Literasi " Tulisnya. Tapi perpustakaan isinya tumpukan buku-buku cetak tahun 1990 an yang kertas nya juga udah usang.


Inilah yang disebut toxic positivity dalam sistem. Kita dipaksa tuk terus bersemangat, terus berjuang, terus positif, sedangkan lingkungan disekitar kita tak mendukung atau mungkin malah menghambat.


Dapatkan produk peralatan Pramuka pilihan dari Shopee


Ibaratnya kita disuruh lomba lari pakai sepatu yang kebesaran diatas jalan yang berlubang, tapi dipinggir jalan ada papan iklan besar bertuliskan " Jangan menyerah, kamu bisa ". 


Rasanya pengen berhenti sebentar, lalu teriak ke papan iklan itu " Ya, gue bisa..tapi benerin dulu jalannya ".


Ada satu hal yang sering kita lupa. Anak muda itu peniru yang ulung, bukan pembaca instruksi yang patuh. Kita tak bakal jadi disiplin, cuma karena baca tulisan " Disiplin" di dinding.


Baca juga Kelas dan Pramuka merupakan duet maut dalam pendidikan 


Semangat itu menular lewat energi, bukan lewat tinta printer. Ketika kita melihat seorang Guru masuk kedalam kelas dengan mata yang berbinar-binar karena cinta banget sama materinya, maka kita otomatis ikut semangat.


Tanpa perlu Poster " Cintailah ilmu " kita udah jatuh cinta duluan karena kita melihat contoh nyatanya. Itulah yang disebut keteladanan.


Mungkin ada yang tanya, sistem yang berantakan itu yang bagaimana ?. Ketika birokrasi lebih penting dari substansi.


Contohnya, Fasilitas hanya pajangan, lab komputer ada tapi tak boleh digunakan karena takut rusak, Lab lainya juga ada tapi hanya digunakan saat akreditasi atau ada kunjungan dari dinas.


Baca juga Perjuangan 46 Siswa SMPN 2 Lengkong demi slayer kebanggaan 


Contoh lain, kita disuruh jujur tapi kalau nilai kita jelek, kita dihakimi habis-habisan. Akhirnya apa ?, sistem ini memaksa kita untuk menghalalkan segala cara demi angka.


Sistem kayak gini tak akan bisa diperbaiki menggunakan kata-kata mutiara. Kalau sistemnya tetap kaku dan tak manusiawi maka yang lahir bukan siswa berprestasi, tapi siswa yang pandai bersandiwara.


Lantas?. Kalau melihat Poster motivasi jadikan itu pengingat tuk diri sendiri, bukan standar kenyataan. Kita tau dunia tak seindah Poster itu. Tapi kita juga tau kita butuh skill tuk bertahan hidup.


Kita hidup dizaman dimana tampilan seringkali dianggap lebih penting dari isi. Tapi kita harus ingat bangunan megah bakal roboh jika fondasinya rapuh, seberapa cantik pun warna cat dindingnya.


Begitupun dengan sekolah. Sekolah yang hebat bukan sekolah yang dindingnya penuh kata-kata bijak. Tapi sekolah yang sistemnya menghargai proses, menghargai manusia didalamnya.


Semangat itu lahir dari apa yang kita rasakan dan kita lihat tiap hari. bukan dari apa yang kita baca di dinding maupun lorong sekolah.












Komentar

Postingan Populer