Salat Bukan Sekedar Ritual Tapi " Hack " Biar Nggak Gampang Stress Dan Sakit
Pernah nggak sih kita mikir sejenak, kenapa kita di suruh salat 5 kali sehari ?. Kenapa nggak sekali aja yang lama gitu, atau kenapa gerakan harus begitu?.
Kalau mau jujur sebenarnya salat bukanlah beban dari Tuhan untuk kita. Tapi justru fasilitas keren yang disiapkan untuk kebaikan kita sendiri.
Mari kita bongkar rahasianya dari 3 sisi ( Kesehatan fisik, Kesehatan mental dan urusan ego manusia.
1. Refleksi, Gratis Tanpa Perlu ke Spa
Kalau membaca buku refleksiologi, ternyata seluruh saraf kita, mulai dari mata, jantung, hingga ginjal semua bermuara pada telapak kaki. Nah, coba Sekarang perhatikan gerakan salat kita.
Pas kita lagi duduk antara dua sujud atau tahiyat, jari-jari kita ditekuk dan ditekan kan ?. Disitulah keajaiban.
Secara ndak sadar kita telah melakukan terapi saraf secara mandiri. Tekanan pada jempol dan ruas kaki tersebut nyambung ke saraf kepala dan perut. Jadi, jika salatnya bener dan ndak keburu-buru, ibaratnya sedang menservis onderdil tubuh biar ndak gampang mogok.
Ini belum soal ruku' yang narik urat punggung. Itu adalah peregangan alami yang bikin aliran darah lancar.
2. Cara Ampuh Ngademin Gesekan Dengan Tetangga
Namanya juga hidup bermasyarakat pasti ada saja masalahnya. Entah karena ayam tetangga yang main ke teras rumah, tembok yang rembes, sampek soal parkir misalnya. Jika antar tetangga tak pernah ketemu bisa jadi dendam kusumat.
Disinilah fungsi salat "berjamaah" dimana kita "dipaksa" bertemu sama tetangga satu RT/RW, di masjid atau musola. Pas ketemu, kita salaman, tanya kabar, dan berdiri satu baris.
Secara psikologis, susah mau musuhan sama orang yang setiap hari ( Sering) sujud bareng kita. Bahkan salat jumat itu sebenarnya adalah rapat "mingguan" warga desa yang paling efektif.
Harusnya moment itu digunakan untuk diskusi cari solusi masalah yang ada saat itu, " Eh..minggu ini ada warga yang sakit belum bisa berobat " atau " ini ada anak yatim yang putus sekolah, yuk kita bantu bersama-sama ".
Itulah arti Taqwa yang sebenar-benarnya. Bukan cuma komat kamit baca do'a, tetapi peduli dengan kesejahteraan orang lain disekitar kita.
3. Tempat Paling Adil
Dunia luar itu sering tak adil. Yang kaya dihormati, pejabat di layani. Sedangkan rakyat jelata sering dianggap ndak ada. Tapi saat masuk masjid tiba-tiba semua kasta tersebut " bubar".
Nggak ada aturan, yang kaya sawahnya puluhan hektar harus duduk didepan. Nggak ada. Siapa yang datang duluan, maka dia yang duduk didepa. Walaupun dia tukang macul atau rakyat biasa, jika datang lebih dulu maka berhak duduk didepan.
Pejabat yang datang telat, ya..harus rela di belakang di dekat pintu.
Momen paling gokil adalah saat sujud. Coba bayangkan, kepala seorang Bupati atau orang terkaya sekalipun, sujud di tanah, sejajar ( bahkan bisa posisinya lebih bawah ) dari kaki orang biasa di belakangnya.
Ini cara Tuhan ngajarin kita agar tidak sombong. Di hadapan-Nya kita sama-sama butuh pertolongan.
Jadi jika ada orang rajin salat, tapi masih suka berantem, masih merasa paling "Oke" sendiri, mungkin dia hanya dapat capek nya doang.
Dia belum "menikmati " fasilitas salat sebagai alat buat kesehatan dan Ngademin HATI.
Salat itu kunci kebahagiaan. Tubuh jadi sehat karena gerakanya, lingkungan jadi rukun karena sering ketemu, dan hati jadi tenang karena sadar bahwa di dunia ini tak ada yang perlu di sombongkan.
Wallahu a'lam
.jpg)
_11zon.jpg)
Komentar
Posting Komentar