Papan Tulis Saja Tidak Cukup, Mengapa Pramuka dan Kelas Adalah Duet Maut dalam Pendidikan
Seringkali dalam dunia sekolah kita terjebak pada perdebatan klasik. Manakah yang lebih penting, nilai akademik di atas kertas ataukah pengalaman Organesasi di lapangan?.
Bahkan tidak jarang kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dianggap sebagai pengganggu jadwal belajar. Padahal jika kita melihat lagi lebih dalam, keduanya bagai dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.
Memang, tak bisa dipungkiri, pelajaran di dalam kelas jadi jantungnya pendidikan. Disanalah logika di asah, belajar sejarah, rumus-rumus sains, dan membangun Literasi.
Kelas memberi teori-peta jalan tuk memahami bagaimana dunia bekerja secara sistematis. Tanpa teori, langkah tak terarah.
Pramuka
Namun, ada satu hal yang sering sulit diajarkan hanya lewat papan tulis. Apa itu ? Karakter.
Di Pramuka tak cuma diajarkan cara mengikat tali atau mendirikan tenda. Disini di ajarkan tentang tanggungjawab saat menjadi pemimpin Regu, di ajarkan Solidaritas saat berbagi bekal di tengah hutan atau saat penjelajahan.
Belajar ketangguhan saat hujan turun di tengah perkemahan. Simpelnya Pramuka mengajarkan cara bertahan hidup dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Keseimbangan
Keduanya sama-sama penting. Seorang siswa yang pinter secara teori tapi tak memiliki rasa tanggung jawab maka akan kesulitan di dunia kerja.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter kuat tapi tanpa dasar ilmu yang mumpuni juga akan terhambat perkembangannya. Pendidikan yang utuh adalah Pendidikan yang menyentuh otak, sekaligus menyentuh hati dan ketrampilan.
Kelas memberikan bekal, Pramuka mengajarkan cara menggunakan bekal tersebut di dunia nyata.
Ramai Tepuk Tangan, Sunyi Dalam Kekuatan
Semua orang menyukai momen dimana saat ia menerima penghargaan di atas panggung. Ketika tepuk tangan begitu ramai dan sorak sorai memenuhi ruangan. Tapi, kita sering lupa bahwa kemenangan itu hanyalah puncak gunung es.
Dibalik setiap keberhasilan ada proses yang sangat sunyi. Dan Pramuka mengajarkan esensi dari proses ini. Saat seorang anggota pramuka berlatih simpul dibawah lampu redup hingga jarinya kaku, atau saat mereka jaga pos ditengah malam yang dingin. Tidak ada penonton yang tepuk tangan, tak ada kamera yang menyoroti.
Justru Sunyi Itulah Yang Membentuk
Disinilah letak perbedaan besarnya. Dimana Pramuka bukan cuma sekedar seragam coklat atau garis berbaris seremonial saat upacara. Pramuka adalah tentang apa yang terjadi saat tidak ada orang yang melihat.
Bagaimana tetap jujur saat ujian hidup datang, Bagaimana tetap bertanggung jawab pada tugas kecil yang membosankan, dan lain-lain sebagiannya.
Pramuka menyiapkan untuk kehidupan nyata. Sebuah tempat dimana tepuk tangan jarang terdengar. Tapi, kerja keras dalam kesunyian adalah kunci utama untuk bertahan dan memenangkan masa depan.
Salam Pramuka
.webp)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar