Malam itu setelah seru-seruan di depan api unggun dan unjuk bakat dalam Pentas seni PERJUSA 2026 jumat malam tanggal 23 Januari, semua peserta awalnya di instruksikan untuk masuk ke ruang kelas ( untuk tidur) masing-masing.
Halaman SMPN 2 Lengkong yang semula ramai mendadak sunyi. Tetapi tuk adik-adik peserta PERJUSA dari kelas 9, tidur nyenyak itu cuma sebentar.
Baca juga Penempuhan TKK Kelas VIII PERJUSA 2026
Tepat pukul 12 Malam suasana yang tenang itu berubah. Kurang lebih sebanyak 46 peserta dari kelas 9 dibangunkan. Tapi bukan tuk olahraga pagi. Melainkan tuk menjalani tradisi penting yaitu penempuhan slayer.
Menembus Udara Dingin Desa Sumbersono
Malam itu desa sumbersono tampak sunyi. Setelah mendapatkan pengarahan peserta mulai menyusuri rute yang telah disiapkan. Jalurnya nggak main-main.
Mereka harus melewati jalanan desa yang kala itu sangat sepi hingga rute yang agak menanjak menuju dataran tinggi di sekitar area Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong
Bau tanah basah ( karena sebelumnya hujan lebat ) dan bunyi hewan " jangkrik " seolah jadi musik pengiring langkah mereka. Disini mental benar-benar di uji. Ndak ada tawa canda seperti siang hari, yang ada hanya fokus sampai pada tujuan.
Ujian Mental di Tangan Pembina dan Pelatih Alumni
Malam itu disepanjang rute telah menunggu pembina yaitu kak bagas, juga ada Koordinator Pembina, dan Kakak-kakak Pelatih alumni, seperti kak bulan, kak faisal, kak ulung, kak fajar, dan lainya di pos-pos yang ditentukan. Pada setiap pos peserta tak cuma mampir tetapi di uji kelayakan.
Pos Mental. Disini peserta di uji terkait komitmen dan tanggungjawab mereka. Pos Pengetahuan, peserta diuji kembali sejauh mana mereka paham arti menjadi seorang Pramuka. Pos Solidaritas, gimana caranya 46 peserta ini tetap kompak dan tidak egois.
Memang proses penempuhan ini tampak berat, tapi tujuannya jelas. Untuk membuktikan apakah mereka benar-benar layak memakai
slayer yang menjadi simbol kualifikasi mereka.
Dini Hari Yang Berkesan
Perjalanan panjang peserta itu malam itu berakhir tepat saat langit mulai berubah warna menjelang subuh. Dengan sisa tenaga yang ada para peserta kembali ke pangkalan SMPN 2 Lengkong.
Wajah lelah mereka ndak bisa di tutup, tetapi ada rasa lega karena sudah berhasil menyelesaikan misi sulit fi tengah malam.
Dan setelah mengikuti rangkaian kegiatan sabtu pagi, waktu dan momen yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Sabtu siang diadakan upacara atau apel penutupan PERJUSA dan setelahnya dilakukan penyerahan slayer.
Slayer yang saat ini melingkar di leher para peserta bukanlah cuma kain biasa. Ada tetesan keringat dan rasa ngantuk yang ditahan, serta perjalanan jauh malam hari menyusuri desa
sumbersono di dalamnya.
Selamat buat kalian semua. Kalian keren..!
Salam Pramuka
Komentar
Posting Komentar