IHT Pengimbasan SMPN 2 Lengkong: Menguatkan Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Budaya Belajar dan Refleksi

Daftar Isi



Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus menyamakan persepsi sebelum melaksanakan pengimbasan kepada sekolah imbas, SMP Negeri 2 Lengkong menyelenggarakan In House Training (IHT) Pengimbasan pada Rabu, 3 Juli 2024.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMP Negeri 2 Lengkong mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Melalui pelatihan tersebut, sekolah berupaya membangun kesiapan bersama agar proses pengimbasan nantinya berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan dampak positif bagi sekolah sasaran.

Baca juga Pentas Seni Perjusa Tahun 2026 

Dibuka dengan Semangat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara.

Selanjutnya, doa dipimpin oleh Bapak Kabul, S.Pd.I., M.Pd. agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa manfaat.

Kepala SMP Negeri 2 Lengkong, Ibu Tutut Nurnaningsih, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang berkelanjutan di kalangan guru. 

Menurutnya, keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh perangkat pembelajaran, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya.

Baca juga artikel menarik lainnya Rangkaian kegiatan perjusa SMPN 2 Lengkong Tahun 2026

Guru Penggerak Berbagi Praktik Baik

Materi IHT disampaikan oleh Bapak Ferisal Agus Indartono, S.Pd., Guru Penggerak sekaligus guru di SMP Negeri 2 Lengkong.

Sebelum memasuki materi inti, beliau mengajak seluruh peserta melakukan aktivitas relaksasi sederhana.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga peserta lebih fokus menerima materi.

Setelah beberapa sesi berlangsung, relaksasi kembali dilakukan sebagai penyegar konsentrasi.

Pendekatan tersebut membuat suasana pelatihan terasa santai namun tetap produktif.

Peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Mengapa Guru Harus Terus Belajar?

Salah satu materi penting yang disampaikan adalah alasan mengapa seorang guru perlu terus belajar sepanjang hayat.

Perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Kurikulum, karakter peserta didik, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan masyarakat terus berkembang.

Oleh karena itu, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berpihak pada murid.

Selain itu, peserta juga mempelajari beberapa konsep penting dalam Kurikulum Merdeka, antara lain:

peran pendidik sebagai coach.

perbedaan coaching, mentoring, dan fasilitasi.

teknik mendampingi rekan sejawat.

pentingnya komunikasi yang memberdayakan serta refleksi diri sebagai bagian dari pengembangan profesional guru.

Materi tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai contoh penerapan dalam aktivitas pembelajaran di sekolah.

Baca juga Dies Natalis ke 28 SMPN 2 Lengkong 2026

Diskusi Interaktif Membangun Pemahaman Bersama

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Saat pemateri memberikan pertanyaan maupun studi kasus, guru-guru aktif menyampaikan pendapat, pengalaman, dan solusi sesuai kondisi di lapangan.

Diskusi yang terjadi tidak sekadar mencari jawaban benar atau salah, melainkan menjadi ruang berbagi praktik baik yang dapat diterapkan bersama saat melaksanakan pengimbasan kepada sekolah imbas.

SMPN 2 Lengkong sebagai Sekolah Penggerak

SMP Negeri 2 Lengkong merupakan salah satu pelaksana Program Sekolah Penggerak Tahap 1 yang mendapat amanah mendampingi tiga sekolah imbas jenjang SMP.

Karena itu, kesiapan seluruh guru menjadi faktor penting agar proses pendampingan tidak hanya memenuhi administrasi program, tetapi benar-benar mampu membantu sekolah lain dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai kebutuhan masing-masing.

Melalui IHT ini diharapkan seluruh pendidik memiliki pemahaman yang sama, mampu bekerja secara kolaboratif, serta siap menjadi agen perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Memahami Perbedaan Refleksi dan Evaluasi

Salah satu pembahasan yang menarik dalam pelatihan adalah mengenai perbedaan antara evaluasi dan refleksi.

Kedua istilah ini sering digunakan secara bersamaan, padahal memiliki makna yang berbeda.

Evaluasi merupakan proses menganalisis suatu pengalaman atau kegiatan berdasarkan fakta, data, maupun hasil yang terlihat.

Tujuannya adalah mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Sebagai contoh, seorang guru mengevaluasi pembelajaran dengan melihat ketercapaian tujuan belajar, keaktifan peserta didik, maupun hasil asesmen.

Dari proses tersebut diperoleh berbagai informasi mengenai efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan.

Sementara itu, refleksi merupakan proses yang lebih mendalam. Refleksi tidak hanya melihat fakta yang terjadi, tetapi juga mengajak seseorang memahami makna di balik pengalaman tersebut.

Misalnya, setelah melakukan evaluasi, seorang guru menyadari bahwa selama ini ia kurang mempersiapkan pembelajaran dan cenderung menggunakan metode yang sama setiap tahun. 

Kesadaran inilah yang menjadi awal munculnya refleksi. Dari sana tumbuh keinginan untuk berubah, mencoba strategi baru, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan kata lain, evaluasi membantu menemukan fakta, sedangkan refleksi membantu menemukan makna serta arah perbaikan.

Refleksi sebagai Budaya Belajar Guru

Dalam Kurikulum Merdeka, refleksi menjadi bagian penting dari pengembangan profesional guru.

Melalui refleksi, pendidik diajak melihat proses pembelajaran secara utuh, tidak hanya berdasarkan hasil belajar peserta didik, tetapi juga memperhatikan perasaan, tantangan, harapan, dan pengalaman selama proses berlangsung.

Refleksi dapat dilakukan kapan saja, baik setelah mengajar, mengikuti pelatihan, berdiskusi dengan rekan sejawat, maupun setelah menyelesaikan suatu program sekolah.

Kebiasaan sederhana ini akan membantu guru terus berkembang dan menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas.

Pelaksanaan IHT Pengimbasan di SMP Negeri 2 Lengkong menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan guru menghadapi tugas pendampingan kepada sekolah imbas.

Selain memperkuat pemahaman mengenai implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan ini juga menumbuhkan budaya belajar, kolaborasi, serta refleksi sebagai bagian dari peningkatan kompetensi profesional.

Diharapkan semangat yang dibangun melalui pelatihan ini dapat terus berlanjut dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para guru, tetapi juga oleh seluruh peserta didik dan sekolah-sekolah yang menjadi mitra pengimbasan.

Posting Komentar

🎒 Kebutuhan Sekolah & Pramuka
Cari berbagai kebutuhan sekolah dengan harga terbaik mulai dari seragam sekolah, tas sekolah, sepatu, alat tulis, buku, peralatan Pramuka, perlengkapan camping, botol minum, topi, hingga berbagai perlengkapan belajar lainnya.
💡 Promo dan ketersediaan produk dapat berubah sewaktu-waktu.